Jumat, 27 Desember 2013

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Sederhana

Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Sederhana

Teman-teman setelah kita mempelajari tentang jenis-jenis ikatan yang terjadi dari suatu molekul/senyawa, nah.. seekarang saatnya kita mempelajari penamaan suatu senyawa dan reaksi-reaksinya.
Pemberian nama asam klorida pada senyawa HCl merupakan salahsatu cara yang digunakan untuk memprmudah pengenalan suatu senyawa kimia. Pemberian nama pada senyawa kimia umumnya terdiri dari dua kata, sehingga disebu tata nama biner. Selain itu, ada juga tata nama senyawa poliatomik untuk senyawa anonganik dan organik yang terdiri atas ion bermuatan positif (kation) dan negatif (anion).
A.      Tata Cara Penulisan Senyawa Kimia
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan produk yang tersusun atas senyawa-senyawa kimi seperti HCl (asam klorida), NH4Cl (amonium klorida), dan H3PO4 (asam pospat). Setiap senyawa kimia memiliki nama yang berbeda dengan senyawa kmia lainnya, sehingga mempermudah mengenalinya (hehe… ta’aruf). Pemberian nama suatu senyawa diatur oleh badan internasional, yaitu IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) yang diikuti oleh semua negara. Aturan IUPAC meliputi tata cara penulisan nama dan rumus kimia suatu zat.

1.       Tata Nama Senyawa Biner dari Dua Unsur Non-logam)
Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terbentuk dari dua macam unsur. Contohnya: HCl, CO2, H2O.
pada dasarnya pemberian nama pada senyawa biner dua unsur non-logam mgikuti aturan:
a.       Unsur yang berada didepan disebut terlebih dahulu, kemudian diikuti unsur kedua sesuai dengan nama unsur tersebut.
b.      Pemberian nama unsur yang berada dibelakang ditambah akhiran –ida.
c.       Selain membentuk satu senyawa, ada juga dua unsur yang membentuk lebih dari seu senyawa, misalnya CO dan CO2. Tata cara pemberian nama namanya dengan menuiskan angka indeks dalam bahasa yunani, yaitu:
1 = mono     3 = tri                     5 = penta             7 = hepta             9 = nona
2 = di             4 = tetra               6 = heksa             8 = okta                                10 = deka

2.       Tata Nama Senyawa Biner dari Unsur Logam dan Non-logam
Senyawa biner dari logam dan non-logam tergolong dalam senyawa ion. Senyawa ion merupakan gabngan dari ion positif (kation) sebagai logam dan ion negatif (anion) sebagai non-logam. Untuk menambah referensi temen-teman tentang berbagai jenis kation dan anion yang sering digunakan di laboratorium, perhatikan tabel berikut:

3.       Tata Nama Poliatomik
Senyawa poliatomik merupakan gabungan dari kation dan anion poliatomik.
perhatikan tabel berikut:

Untuk tata nama antar senyawa poliatokmik memiliki sedikit perbedaan. Senyawa poliatomik memiliki awalan (hipo-, per-, atau tio-) dan akhiran (-it, –at, -ida).
Nah teman-teman, sekarang kalian sudah bisa memberi nama pada senyawa poliatomik, bukan? Agar tidak melekukan kesalahan pada saat memberi nama, kalian juga harus teliti dalam mencermati angka indeks tiap senyawa poliatomik.

4.       Tata Nama Senyawa Asam dan Basa
a.       Senyawa Asam
Senyawa kimia seperti HCl, CH3COOH, dan HBr digolngkan seyawa asam karena saat hidrolisis menghasilkan ion H+. dengan ddemikian, dapat disimpulkan bahwa senyawa yang mengandung ion H+ termasuk senyawa asam.
Nah, untuk penamaan senyawa asam adalah memberikan awalan asam (hidro) diikuti nama pasangannya dan akhiran –ida. Tetapi ada juga yang tanpa akhiran –ida, seperti:


b.      Senyawa Basa
Senyawa basa adalah senyawa yang saat dihidrolisis enghasilkan ion OH-.
Untuk penamaan senyawa basa, dilakukan dengan menambahkan akhiran –hidroksida.

5.       Tata Nama Trivial (Perdagangan) pada Senyawa Kimia
Teman-teman dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita sering mendengar istilah seperti asam cuka, urea, alkohol, dll. Penamaan tersebut tidak mengikuti aturan IUPAC karena mengikuti tata nama perdagangan (trivial). Untuk menambah wawasan, perhatikan tabel berikut:

B.      Penulisan Persamaan Reaksi Kimia
Masih ingat tentang proses fotosintesis pada tumbuhan? Masih ingatkah kalian dengan reaksi yang terjadi? Nah, untuk memperkuat memori teman-teman terhadap reaksi fotosintesis, perhatikan reaksi berikut:
Pada reaksi diatas, zat-zat ynag berada dikiri tanda panah disebut zat pereaksi (rektan), sedangkan zat-zat yang berada disebelah kanan tanda panah disebut hasil reaksi (produk). Dari reksi fotosintesis diatas dapat diperoleh bahwa CO2 dan H2O berperan sebagai reaktan, sedangkan C6H12O6 dan O2 berperan sebagai Produk reaksi. Dengan demikian fotosintesis membentuk suatu persamaan reaksi.
Teman-teman perhatikan huruf-huruf kecil yang tertulis dibelakang zat pereaksi dan hasil reaksi. Huruf-huruf itu menunjukan wujud zat yang terlibat dalam reaksi. Yaitu:
(s) = solid (padat)     (aq) = aquouse (larut dalam air)
(l) = liquid (cair)         (g) = gas (gas)
Nah, setelah memahami pengertian persamaan reaksi kimia, langkah selanjutnya yaitu menyetarakan reaksi. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyetarakan reaksi kimia adalah:
1.       Pereaksi dan produk dinyatakan dengan rumus kimia enar.
2.       Reaksi haru memenuhi hukum kekekalan massa (jumlah atom-atom sebelum reksi sama dengan jumlah atom-atom sesudah reaksi)
3.       Wujud zat-zat yang terlibat reaksi harus dinyatakan dalam tanda kurung setelah penulisan zat-zat tersebut.
Untuk mengetahui bahwa suatu reaksi telah setara perhatikan contoh berikut:


4 komentar:

Unknown mengatakan...

Hai ..,
Cukup membantu saya dlm belajar ..,
Terimakasih ..,
:)

Unknown mengatakan...

yah sama-sama..
senang bisa membantu..
terimakasih telah mengunjungi blog saya :)

Unknown mengatakan...

baik banget. terimakasih sekali ya
mohon dilanjutkan

Unknown mengatakan...

Terimakasih telah mengunjungi blog ini..
untuk pertanyaan mengenai soal ataupun materi bisa langsung kirim melalui kolom "Message" di blog ini.

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 All About Chemistry | Blogger Templates by Splashy Templates | Free PSD Design by Amuki